Sejarah Agama Hindu di Dunia

Salah satu dari tiap 6 penghuni planet bumi mengaku memeluk agama Hindu. Agama Hindu atau yang juga sering di sebut dengan Hinduisme adalah agama dominan di Asia Selatan terutama wilayah India serta Nepal yang mencakup berbagai ragam tradisi.

Agama ini sendiri meliputi berbagai aliran, seperti Saiwa, Waisnawa, dan Sakta, serta suatu pandangan luas akan hukum dan aturan tentang “moralitas sehari-hari” yang berdasar pada karma, darma, dan norma kemasyarakatan.

Menggambarkan agama Hindu bukanlah seperti seperangkat keyakinan yang baku serta seragam. Agama Hindu lebih kepada himpunan berbagai pandangan filosofis atau intelektual.

Para ahli Barat juga memandang Hinduisme sebagai peleburan dari berbagai tradisi serta kebudayaan di India dengan pangkal yang beragam serta tanpa tokoh pendri.

Inilah yang membedakan antara agama Hindu dengan agama lainnya yang ada di dunia. Agama Hindu juga di penuhi dengan tradisi yang heterogen serta independen.

Di dalam agama Hindu, taka da yang hanya mengklaim satu nabi saja, tak memuja satu dewa saja, tak menganut satu paham filosofis saja, tak mengikuti atau mengadakan satu ritus keagamaan, tak lain dan tak bukan, agama Hindu adalah suatu jalan hidup.

Pada praktiknya, konsep ketuhanan yang di yakini oleh agama Hindu memiliki sifat kompleks serta bergantung pada Nurani setiap umatnya atau pada tradisi serta filsafat yang masing – masing di ikuti.

Agama Hindu juga punya konsep Nirguna – Brahman atau dalam artian esensi alam semesta, realitas sejati, atau Tuhan impersonal.

Sementara sebagian mazhab meyakini konsep Saguna-brahman yang menyebut Tuhan agama Hindu dengan nama Wisnu, Siwa, atau bahkan Sakti, seperti Saraswati.

Dengan begitu, agama Hindu juga memiliki banyak kitab suci, beberapa diantaranya adalah Weda, Upanishad, Mahabhrata, Ramayana, Bhagawadgita, Purana, Manusmerti, dan Agama.

Sebagai agam terbesar ke tiga di dunia setelah Kristen dan Islam, agama Hindu punya ciri khas toleransi paling tinggi karena taka da skisma walaupun ada kemajemukan tradisi yang bernanung di bawa symbol agama Hindu.

Ciri khas lainnya ada pada aturan simbolisme serta ikonografi yang di tampilkan ke dalam karya seni, Pustaka yang di saktikan, maupun arsitek.

Lambing Hindu adalah suku kata om yang melambangkan Parabrahman dan swastika yang melambangkan keberuntungan.

Beberapa pertanda lainnya seperti tilaka yang merujuk pada aliran atau kepercayaan yang di anut. Asal – usul sejarah Hinduisme yang tepat cukup menantang untuk di lacak dan di jelaskan karena tak punya pendiri husus.

Walaupun taka da tanggal tertentu yang bisa dengan mudah di temukan, namun ada banyak ahli yang percaya kalau kepercayaan Hindu di mulai kira – kira antara tahun 2300 sampai dengan 1500 SM.