Sejarah Terciptanya Sunscreen!

Sunscreen merupakan krim yang digunakan untuk dapat melindungi kita dari paparan sinar matahari secara langsung. Penggunaan sunscreen saat ini sangat dibutuhkan, mengingat bahaya dari sinar matahari yang dapat menyebabkan banyak penyakit.

Di dalam tabir surya atau sunscreen ini memiliki banyak jenis, asa yang berupa losion, semprotan, gel, foam, atau stick yang kegunaannya sama-sama untuk memantulkan kembali sinar ultraviolet (UV). Bukan hanya menghindari kulit dari terkena penyakit seperti kanker kulit, namun penggunaan tabir surya ini juga bermanfaat untuk mengalami kebakaran matahari atau sunburnt.

Tapi tahukah kamu bagaimana bisa ada sunscreen seperti yang kita gunakan saat ini? Yuk, kita ulik kisahnya.

Sejarah Sunscreen

Sunscreen mulai tercipta sejak zaman mesir kuno. Kala itu orang-orang Mesir kuno yang tinggal di Gurun merasa mereka harus melapisi kulit dengan menggunakan sesuatu agar bisa menahan matahari langsung menyentuh kulit mereka. Akhirnya. Mereka menggunakan melati dan padi untuk bisa melindungi kulit mereka dari paparan sinar matahari.

Di abad ke-16, para wanita di Eropa sudah menggunakan visard, ini adalah topeng oval dengan bentuk wajah. Kegunaan dari visard ini adalah untuk melindungi kulit wajah mereka saat hendak berpergian.

Namun sayangnya, visard ini membuat mereka tidak bisa dengan bebas bergerak. Manik yang ada di dalam topeng bertemu dengan gigi-gigi mereka, dan membuat mereka sulit untuk berbicara.

Pada tahun 1927 mulai terungkap kalau paparan sinar matahari yang langsung mengenai kulit bisa membuat kita mengalami kanker kulit.

Inilah yang membuat pemilik dari L’Oreal, Eugene Schueller, menjadi orang pertama yang menciptakan sunscreen atau tabir surya ini.

Semakin lama, sunscreen semakin berkembang dan terus ditemukan inovasi baru dalam melindungi kulit. Salah satunya adalah produk pelindung kulit tambahan yang ditemukan oleh seorang mahasiswa.

Produk ini merupakan krim gletser, di mana ini digunakan sebagai pelindung tambahan bagi kulit.

Di tahun 1972, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat meneliti kalau sunscreen yang dijual di pasaran saat itu tidak bisa dijual dengan bebas. Mereka menilai ini adalah jenis obat dan berbeda dengan kosmetik.

Akhirnya di tahun 1990-an, sunscreen mulai hadir dalam bentuk gel.

Pada tahun 2019 Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat baru kembali melakukan evaluasi mengenai keamanan dari produk sunscreen non-mineral. Lalu mereka pun mulai memproses peraturan baru terkait hal ini.

Dan di tahun ini, sunscreen sudah menjadi perangkat yang wajib digunakan untuk kulit kita. Penggunaan sunscreen sangat berguna dalam mengantisipasi terpaparnya kulit dengan cahaya matahari berbahaya.

Nah, itulah sedikit sejarah mengenai sunscreen yang wajib kamu ketahui. Oh ya, dalam penggunaan sunscreen, kamu pun harus memperhatikan SPF yang ada agar tidak salah dalam penggunaannya!